BANYUMAS - Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti Halal Bihalal Pondok Pesantren Abdul Djamil Tebuireng 17 yang digelar di Pendopo PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja pada Ahad pagi (29/03/2026).
Kegiatan ini dihadiri keluarga besar Yayasan Pengurus, Ustad, Ustaszah, PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, wali santri, dewan guru, serta para santri dalam balutan nuansa religius dan kekeluargaan yang begitu kental.

Acara dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab sebagai bentuk tawakkal kepada Allah SWT, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menambah kekhusyukan suasana.

Setiap rangkaian berjalan tertib, menggambarkan kesakralan momentum Halal Bihalal sebagai sarana penyucian hati.
Puncak acara ditandai dengan penyampaian ikrar Halal Bihalal oleh Pengasuh Pondok Pesantren KH. Irchamni (Gus Ircham), Kepala SMP Persada Insan Nusantara KH. Mohammad Husein, perwakilan wali santri, perwakilan santri, serta Ketua Yayasan H. Imam Purwanto.
Dalam ikrar tersebut ditegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum suci untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Inilah saatnya kita membersihkan hati, meruntuhkan ego, dan kembali kepada fitrah dalam bingkai persaudaraan, ” tegas salah satu penyampai ikrar.
Sementara itu, Mau’idhotul Hasanah yang disampaikan oleh KH. Irchamni (Gus Ircham), kembali menghadirkan pesan mendalam yang menggugah kesadaran para orang tua.
“Orang tua jika ingin anaknya sukses harus diberi minum tiga jenis air, yaitu air susu (ASI), air hangat, dan air luh atau air mata, ” tegasnya dengan penuh penekanan.
Ia menjelaskan bahwa ASI melambangkan kasih sayang, air hangat adalah simbol perhatian dan kedekatan, sementara air mata adalah doa serta perjuangan orang tua yang tulus.
“Di situlah kunci keberkahan dan kesuksesan anak, lahir dari cinta, perhatian, dan pengorbanan, ” imbuhnya dengan nada haru.
Dalam kesempatan itu, Gus Ircham juga menyampaikan himbauan terbuka kepada seluruh wali santri. “Jika panjenengan puas, senang, dan bahagia dengan pelayanan dan siatem pendidikan putra-putri di PP Abdul Djamil Tebuireng 17 Sokaraja, maka kabarkan kepada yang lainnya. Namun jika masih ada kekurangan atau belum puas, maka segera kabari kami, pengurus Tebuireng 17, ” tegasnya lugas sebagai bentuk komitmen terhadap perbaikan dan pelayanan terbaik.
Ketua Yayasan, H. Imam Purwanto, turut menambahkan pesan yang menggugah semangat beramal.
“Ikhlas itu nomor sekian. Dalam urusan infaq, sedekah, jariyah, baik pikiran, waktu, tenaga maupun harta, kadang harus ‘dipaksa’. Allahumma, paksa atau terpaksa dilakukan, hingga menjadi kebiasaan, dan hasilnya luar biasa, ” tegasnya.
Ia juga menegaskan dengan penuh keyakinan,
“Tidak ada riwayatnya orang yang gemar bersedekah menjadi miskin atau sengsara. Justru sebaliknya, keberkahan akan mengalir dalam kehidupannya, ” ujarnya, disambut anggukan para hadirin.
Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Lukito Handoyo, memohon keberkahan, keselamatan, dan keberlanjutan ukhuwah di antara seluruh keluarga besar pesantren. Suasana haru terasa saat doa-doa dipanjatkan dengan penuh keikhlasan, menggetarkan hati setiap yang hadir.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, seluruh peserta diharapkan mampu membawa pulang nilai-nilai ketulusan, persaudaraan, dan semangat berbagi. Sebagaimana ditegaskan dalam penutup acara,
“Semoga pertemuan ini menjadi jalan keberkahan, melembutkan hati, dan menguatkan langkah menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah SWT.”
(Djarmanto-YF2DOI)

Devira Arum