BANYUMAS - Langit Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, diselimuti kesedihan mendalam pasca berpulangnya salah satu tokoh umat terkemuka, Al Habib Asad Assegaf, pada Sabtu, 11 April 2026.
Beliau menghembuskan napas terakhir di usia 72 tahun setelah menjalani perawatan intensif beberapa hari di sebuah rumah sakit di Purwokerto.

Sejak pagi, rumah duka telah dipadati lautan pelayat dari berbagai penjuru. Tak terkecuali Wakil Bupati Banyumas, Hj. Dwi Asih Lintarti, yang menyempatkan hadir di tengah kesibukannya untuk menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum. Ribuan pentakziah mengantarkan kepergian beliau dengan penuh khidmat hingga ke peristirahatan terakhirnya.
Sebelum jenazah diberangkatkan menuju Masjid An-Nur di Pondok Pesantren An-Nur Kedunglemah, Kedungbanteng, untuk dishalatkan, prosesi di rumah duka berjalan penuh haru, diiringi lantunan doa dan dzikir. Saya pribadi, yang beberapa kali berkesempatan bertemu dan berbincang santai dengan almarhum di majelis bersama sahabat karibnya, Mbah Habib Akhmad dan Habib Anis, menyaksikan langsung betapa sederhana dan hangatnya pribadi beliau semasa hidup.
"Kami atas nama keluarga dan Rabithah Alawiyah mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa seluruh pelayat. Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT, diampuni segala khilaf salahnya, dan kami memohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya agar beliau mendapatkan kelapangan dan cahaya di alam kubur, " ujar Ketua DPC Rabithah Alawiyah Kabupaten Banyumas, Habib Ali Ridho bin Alwi Alatas.
Beliau menambahkan, Apabila almarhum selama hidupnya memiliki janji atau tanggungan, kami mohon disampaikan kepada ahli waris untuk diselesaikan dengan sebaik-baiknya.
Suasana semakin syahdu saat doa pemberangkatan dipimpin oleh Gus Atiq Nurrobani. Dengan suara bergetar, beliau memimpin ribuan jamaah dalam lantunan tauhid, "Lailahaillallah… Ya Allah, terimalah hamba-MU ini, ampuni dosa-dosanya, lapangkan kuburnya, dan kumpulkan bersama orang-orang shalih, " yang diamini dengan linangan air mata, menciptakan getaran spiritual yang mendalam.
Salah seorang putra almarhum, Habib Haedar Alwi Assegaf, yang juga akrab dengan awak media, turut menyampaikan, "Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa semua pihak, serta memohon maaf atas segala khilaf ayahanda semasa hidupnya, " Permohonan maaf ini disampaikan kepada setiap pentakziah, sebagai wujud kerendahan hati keluarga.
Jenazah almarhum dimakamkan pada hari yang sama, pukul 14.00 WIB, di pemakaman Kedunglemah, berdampingan dengan makam ulama KH Muhammad Ridlwan Sururi (Mbah Kiai Iket). Kepergian beliau merupakan kehilangan besar, namun jejak keteladanan yang ditinggalkan diyakini akan terus bersinar.
Harapan agar seluruh umat mampu melanjutkan perjuangan beliau dalam menebar kebaikan dan menjaga akhlak mulia terus bergema, mengiringi kepulangan beliau menuju keabadian.
(Djarmanto)
