Kepala Kemenag Tegaskan Habib Muhammad Al Habsyi Adalah Cahaya Ilmu dan Penjaga Akhlak Umat

    Kepala Kemenag Tegaskan Habib Muhammad Al Habsyi Adalah Cahaya Ilmu dan Penjaga Akhlak Umat
    Kepala Kemenag Tegaskan Habib Muhammad Al Habsyi Adalah Cahaya Ilmu dan Penjaga Akhlak Umat

    BANYUMAS – Usai prosesi pemakaman Almaghfurlah Al Habib Muhammad bin Ja’far Al Habsyi di kompleks Pondok Pesantren Roudlotul Ilmi, Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, Kamis Siang  (29/01/2026).

    Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Assaddudin, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Mustasyar PCNU Banyumas tersebut.

    Menurutnya, kepergian almarhum bukan hanya kehilangan sosok manusia, tetapi juga hilangnya sumber ilmu, inspirasi, serta pembimbing etika dan adab bagi umat.

    “Ini bukan sekadar duka cita, melainkan kehilangan cahaya yang selama ini menerangi perjalanan pendidikan, dakwah, dan akhlak masyarakat Banyumas, ” ungkapnya dengan suara lirih penuh haru.

    H. Ibnu Assaddudin menegaskan, bagi Nahdlatul Ulama khususnya, Habib Muhammad Al Habsyi adalah jembatan yang menautkan habaib, kiai, dan masyarakat dalam harmoni ukhuwah.

    “Beliau adalah penghubung yang meneduhkan, yang merawat persatuan tanpa membedakan latar belakang. Sosok yang mengajarkan bahwa perjuangan NU adalah perjuangan keikhlasan, bukan kepentingan pribadi, ” tegasnya.

    Bagi umat, almarhum adalah motivasi hidup untuk berkhidmat tanpa pamrih, sementara bagi masyarakat luas beliau menjadi teladan dalam ketawadhuan dan kesederhanaan.
    Lebih lanjut, Kepala Kemenag Banyumas menyebut warisan terbesar almarhum adalah perjuangan di bidang pendidikan dan pengkaderan generasi.

    “Beliau adalah penggiat pendidikan sejati. Seluruh hidupnya diabdikan untuk membina generasi dengan adab sebelum ilmu, dengan akhlak sebelum kecerdasan, ” tuturnya.

    Nilai dakwah yang beliau tanamkan bukan hanya lewat kata-kata, tetapi melalui keteladanan sikap dan kesungguhan dalam membangun karakter umat.

    Dalam bidang sosial kemasyarakatan, H. Ibnu Assaddudin menilai Habib Muhammad Al Habsyi memiliki peran strategis dalam menjaga dan mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah.

    “Keteguhan beliau dalam merawat Aswaja, menguatkan kekerabatan melalui tawasul, serta mengembangkan pendidikan berbasis akhlak adalah fondasi yang sangat kokoh bagi masyarakat Banyumas, ” katanya.

    Inilah yang menjadikan almarhum bukan hanya tokoh agama, tetapi juga penjaga arah spiritual umat.

    Ia juga menyampaikan harapan besar agar generasi penerus mampu melanjutkan jejak perjuangan almarhum.

    “Kita harus melanjutkan dengan meneladani akhlaknya, berdakwah secara damai, serta konsisten menegakkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Itulah warisan sejati beliau yang tidak boleh terputus oleh waktu, ” tegasnya.

    Pesan ini menjadi seruan moral bagi seluruh elemen umat untuk tetap berada di jalan persatuan dan kasih sayang.
    Menutup keterangannya, H. Ibnu Assaddudin merangkum seluruh keteladanan Habib Muhammad Al Habsyi dalam satu nilai utama.

    “Semangat dan keikhlasan adalah inti dari seluruh perjuangan beliau. Jika dua hal ini terus hidup di hati kita, maka almarhum sejatinya tidak pernah pergi, ” ucapnya penuh makna.

    Ungkapan ini menjadi doa sekaligus pesan spiritual agar perjuangan almarhum terus berdenyut dalam setiap langkah umat.

    Untuk diketahui Wafatnya Habib Muhammad Al Habsyi pada Kamis dini hari, 29 Januari 2026 pukul 00.00 WIB di RS Geriatri Purwokerto, dan telah dimakamkan sekitar pukul 13.00 WIB ba’da Dzuhur di pemakaman keluarga Pondok Pesantren Roudlotul Ilmi, Kranggan, Pekuncen, Banyumas,  mengundang ribuan jamaah untuk mengantarkan ke peristirahatan terakhir.

    Tangis, doa, dan tahlil yang mengalun menjadi saksi bahwa Banyumas telah kehilangan orang tua spiritual, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh Nahdlatul Ulama yang sepanjang hidupnya membaktikan diri untuk ilmu, akhlak, dan persatuan umat.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas kemenag banyumas ibnu asaddudin
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    MTsN 2 Banyumas Mantapkan 2026 dengan Disiplin...

    Artikel Berikutnya

    Perkuat UKS dan Literasi, SMP Persada Insan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Menteri Keuangan Respons Pengunduran Diri Dirut BEI: Bentuk Tanggung Jawab
    Pungli PKL Undip Pleburan: Disdag Semarang Ungkap Motif Oknum Ormas
    Dirut BEI Mundur Pasca IHSG Longsor, Berharap Pulihkan Kepercayaan Pasar
    Pastikan Kamtib Kondusif, Kalapas Purwokerto Kontrol Blok Hunian
    Yayasan Angling Dharma Bantah Terlibat Pungli PKL Pleburan

    Ikuti Kami