Banyumas - Di tengah semarak persiapan menuju pertengahan Mei mendatang, lingkungan Masjid Mambaul Ulum kompleks MTs Negeri 1 Banyumas diselimuti kekhidmatan.
Sejak Kamis siang (30/04/2026), para santri kelas IX tengah mematangkan amunisi spiritual mereka melalui kegiatan murajaah Al-Qur’an. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan gerbang sakral menuju syahadah sebagai penghafal Al-Qur’an sejati.

Setiap hari, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, para santri didampingi para asatidz dan asatidzah. Fokus utama tertuju pada santri kelas IX yang akan berjuang dalam ujian tasmi’ hafalan dalam sekali duduk. Sebuah ujian yang membutuhkan lebih dari sekadar ketekunan menghafal; ia menuntut ketenangan jiwa dan keteguhan iman yang tak tergoyahkan.
Koordinator Program Khusus, Ari Kuswanto, menjelaskan esensi dari Munaqosah Qubro ini. “Munaqosah Qubro ini adalah ujian akhir hafalan Al-Qur’an bagi kelas IX, ” ujarnya.
Ia menambahkan, “Sebagian santri telah mencapai 3 juz bahkan 5 juz. Sebelum memperoleh syahadah, mereka wajib ditasmi’ dan diuji hafalannya dalam sekali duduk.” Ia pun mengingatkan para santri, “Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk murajaah. Persiapan yang sungguh-sungguh adalah kunci agar dapat lulus Munaqosah Qubro dengan hasil terbaik, bukan sekadar lulus, tetapi lulus dengan kemuliaan Al-Qur’an.”
Dukungan penuh datang dari Kepala MTs Negeri 1 Banyumas, Ali Nurdin. “Kami sangat mendukung kegiatan ini. Kami berharap para santri semakin rajin menghafal Al-Qur’an, karena ini bukan hanya target akademik, melainkan bekal hidup untuk menjadi generasi penjaga Kalamullah, ” tuturnya penuh harap.
Suasana yang khidmat dan penuh semangat terpancar jelas. Para santri menunjukkan antusiasme luar biasa, bahkan tak segan menunggu berjam-jam demi menyetorkan hafalan kepada para muhafidz dan muhafidzah. Ini adalah bukti kesungguhan mereka dalam menapaki jalan mulia para penghafal Al-Qur’an.
Lebih dari sekadar agenda pendidikan, Munaqosah Qubro menjadi momentum spiritual yang menguatkan jati diri santri. Setiap ayat yang diulang bukan hanya dihafal, tetapi diresapi dan dihidupkan dalam laku kehidupan sehari-hari. Sebuah perjalanan yang membentuk karakter dan memperdalam hubungan dengan Sang Pencipta.
Di penghujung kegiatan, doa dan harapan terucap, menjadi pesan bersama bagi seluruh santri: semoga diberikan kelancaran, kekuatan, dan keberkahan dalam menempuh Munaqosah Qubro, serta kelak menjadi generasi Qur’ani yang menghadirkan cahaya bagi umat, bangsa, dan peradaban.
(Djarmanto)

Updates.